Category Archives: Berita Tentang Jerman

SMA Negeri 2 Brebes memberikan Materi Bahasa Jerman

Sejak Kurikulum Berbasis Kompetensi berubah menjadi KTSP (Kalo tidak salah) pada tahun 2006, sekolah menengah atas di Brebes di wajibkan menggunakan salah satu Bahasa Asing selain bahasa Inggris dan bahasa jawa tentunya untuk kurikulum pendidikan di SMA yang ada di Brebes. Materi bahasa asing boleh menggunakan bahasa apapun yang ada di dunia, seperti bahasa Prancis, bahasa Arab, bahasa Spanyol, dan Bahasa Jerman.

SMA Negeri 2 Brebes yang notabene SMA terbaik di brebes dalam hal teknologi informasi memiliki pilihan yang baik untuk mengambil bahasa Asing Bahasa Jerman dengan pertimbangan bahwasanya, bahasa Jerman akan di pakai untuk perdagangan International, dan untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi di Jerman karena biaya pendidikan di Jerman bisa mencapai fee Rp 0,- alias Gratis. Selain alasan tidak ada guru bahasa asing yang dapat menguasai bahasa asing lainnya, hanya bahasa Jerman yang bisa di andalkan oleh SMA ini. melihat profile dari guru bahasa asing di SMA Negeri 2 Brebes yaitu ibu Reni yang kalem dan baik dalam hal pengajaran meski agak keras sedikit dalam hal kedisiplinan.

Ibu reni

Meski saya hanya dapat belajar bahasa Jerman selama satu tahun di sekolah tersebut, saya berusaha untuk terus belajar lagi (menyesal cuman dapat 1 tahun).  Sarana yang di miliki oleh SMA Negeri 2 Brebes juga komplit, di lihat dari ruang audio visual dan laboratorium bahasa. Sayangnya, saya belum mencicipi Laboratorium bahasa tersebut. Ya walaupun begitu pembelajaran bahasa asing di Jerman di nilai baik untuk tingkat kabupaten brebes khususnya.

Advertisements

Perpustakaan Online di Kampus Jerman

Perpustakaan merupakan tempat untuk mencari buku, kemudian membaca dan meminjamnya. Perpustakaan fisik memang sudah banyak sekali, akan tetapi perpustakaan online yang beredar di internet masih sangat sedikit sekali jumlahnya. Memang kampus-kampus yang berbasis teknologi informasi di Indonesia semisal Gunadarma University, Binus University sudah menerapkannya. Akan tetapi belum semua Kampus memiliki Perpustakaan Digital dan tentunya mereka hanya memiliki referensi yang terbatas.  

Beda halnya dengan kampus di Jerman, Sarana Perpustakaan Online sudah menjadi hal yang biasa, Perpustakaan Online menghemat pembiayaan Gedung, Buku dan sarana yang lain. Saya ambil contoh diUniversität Bibliothek disana terdapat banyak jurnal yang dijumpai laporan-laporan penelitian yang diterbitkan oleh universitas-universitas terkenal di dunia. Di Universität Bibliothek tersedia hampir semua literatur (khususnya yang terbit di Jerman), sebagai gambaran disimpan sekitar 980,000 judul (termasuk 185,000 karya disertasi) dan sekitar 4,000 judul jurnal terkini. Sebagai tempat belajar juga memuaskan karena disana disediakan ruang baca yang berkapasitas hingga 700 orang. Meskipun demikian apabila dari sejumlah itu belum dapat ditemukan literatur yang dicari maka tersedia juga fasilitas inter-library loan (Fernleihe) yaitu pencarian dan peminjaman pustaka dari berbagai perpustakaan lain di seluruh Jerman.

Diperpustakaan masih dapat dijumpai pustaka yang diterbitkan sebelum abad 19 dalam kondisi lengkap dan terawat. Perlu juga disampaikan bahwa masyarakat Jerman sangat produktif sekali dalam penulisan karena untuk perpustakaan sebesar itu sebagian besar ditulis menggunakan bahasa Jerman.

Itu mungkin menjadi pembelajaran untuk sistem pendidikan di Indonesia saat ini. yang masih notabene kurang baik.

Belajar sambil Bekerja di Jerman

Pertukaran Kultur dan Budaya  Indonesia – Jerman

Program Au-Pair adalah sebuah Program Pertukaran Kultur dan Budaya untuk  para kawula muda Indonesia – Jerman dengan terlibat aktif sebagai anggota keluarga dari salah satu keluarga di Jerman. Seorang peserta Au-Pair akan menjadi anggota keluarga tersebut untuk jangka waktu satu tahun dan berhubungan secara interpersonal dalam keluarga yang bersifat saling memberi dan menerima serta saling membantu. Au-Pair Bukan Pembantu Rumah Tangga! Program ini ditujukan untuk anak muda yang ingin belajar mandiri, disiplin serta mencari pengalaman baru di Jerman sebagai persiapan untuk memasuki dunia kerja.

Kalau akhirnya, Anda memutuskan untuk menjadi Au-Pair, maka itu adalah sebuah keputusan yang berani dan menandakan kebesaran hati Anda. Hal ini karena, menjadi Au-Pair berarti menciptakan pengalaman baru, memberanikan untuk melangkah maju, tetapi juga berarti kesiapan dan kebesaran hati untuk berada jauh dari seseorang atau keluarga yang disayangi untuk waktu yang lama. Tidak semua orang mampu dan ingin melakukan hal ini dan tidak perlu malu untuk mengakuinya. Temukan sendiri dalam dirimu jika Anda siap dan terbuka untuk sejumlah pengalaman baru dan jika Anda mampu berada jauh dari rumah Anda untuk jenjang waktu tertentu. Kebebasanmu dan kenginanmu untuk melatih diri hidup secara mandiri sangat dibutuhkan.

Mengapa saya harus ke Jerman?

Jerman adalah negara pengekspor sejumlah produk paling penting di dunia. Bahasa Jerman adalah salah satu bahasa yang paling banyak dipakai oleh komunitas Eropa, 18% dari jumlah buku-buku yang beredar di dunia di cetak di Jerman. Sejumlah perusahaan berskala internasional telah membuka kantornya di Jerman. Belajar dan berbicara bahasa Jerman tidaklah lebih rumit dari belajar dan berbicara bahasa asing lainnya. Bahasa Jerman adalah bahasa kedua yang paling penting dalam ilmu pengetahuan. Bahasa Jerman adalah bahasa yang dipakai oleh oleh Goethe, Nietzsche dan Kafka, dan sebagai tambahannya, Beethoven, Mozart, Bach, Freud dan Einstein juga menggunakan bahasa Jerman. Berbicara dan memahami bahasa Jerman akan memudahkan kita dalam memahami kebudayaan lokal dan memperluas kesempatan kita untuk bekerja. Mempelajari bahasa Jerman akan membuka wawasan intelektual, pemahaman ekonomi dan kultur negara-negara Eropa. Bahasa Jerman juga sangatpenting dalam bidang kepariwisataan  di negara lain.

Syarat-syarat menjadi Au-Pair di Jerman

Jika anda ingin ke Jerman sebagai Au-Pair untuk jangka waktu satu tahun, maka Anda harus :

–    Mempunyai kemampuan dasar dalam komunikasi bahasa Jerman

–    Memiliki minimal Sertifikat Start Deutsch 1 atau A1.

–    Berumur antara 18 sampai 24 tahun, berbadan sehat dan tidak kaku (supel).

–    Menyukai anak-anak dan mampu bersosialisasi dengan mereka.

–   Terbuka untuk belajar tentang Jerman dan mengenal kehidupan masyarakat Jerman.

–    Tidak boleh segan membantu dalam rumah tangga.

–    Memiliki SIM A untuk pelamar lelaki.

–    Percaya diri dan tidak malu

Harap diperhatikan bahwa Anda akan tinggal selama satu tahun di Jerman, negara yang kebiasaan masyarakatnya mungkin belum Anda kenal dan bahasanya mungkin tidak anda pahami, khususnya saat Anda pertama kali tiba di sana. Namun demikian, Anda harus mampu melatih diri sendiri atau cobalah untuk meminta bantuan pada orang sekitarmu. Meskipun Anda terbiasa memperoleh bantuan dari orang tuamu atau saudaramu, sekarang Anda harus bisa mengandalkan diri sendiri, hidup secara mandiri. Tentu saja, keluarga tempat Anda tinggal di Jerman akan mendukungmu, tapi untuk beberapa hal – seperti bagaimana memanfaatkan waktu luangmu , Anda harus berani mengambil inisiatif sendiri.

Mungkin untuk pendaftaran dan biaya yang lain saya rekomendasikan untuk membuka website ini http://www.fitzeman.com/ semoga info ini dapat bermanfaat bagi anda.

Kelebihan Kuliah di Jerman

Mengapa Jerman yang dipilih untuk melanjutkan studi?  Tentunya masing-masing punya alasan yang berbeda.  Banyak yang berpendapat Jerman merupakan tempat studi teknik terbaik di dunia. Apalagi mantan presiden Indonesia BJ Habibie menyelesaikan studinya dari tingkat sarjana hingga doktoral di Rheinisch Westfalische Technische Hochschule, Aachen, Jerman. Faktor lain yang turut mendukung banyaknya mahasiswa Indonesia memilih untuk kuliah di Jerman karena kuliah di erman tidak memungut biaya alias gratis.

Alasan-alasan itulah yang semakin menguatkan motif mahasiswa Indonesia berbondong-bondong datang ke Jerman. Sayangnya informasi yang diperoleh sebagai bekal mereka menuntut ilmu ke negeri orang belum tentu tepat dan jelas.

Tidak sedikit calon mahasiswa yang merasa dalam tanda kutip ‘tertipu’. Bahwa kenyataan hidup di Jerman tidak semudah yang diceritakan. Perbedaan budaya dalam pergaulan turut menjadi faktor yang membuat nyali mereka ciut. Kepribadian sebagian orang Indonesia yang malu-malu bisa menjadi halangan dalam bergaul dengan teman-teman internasional.

1. Biaya Kuliah di Jerman Gratis, Gratis merupakan kata-kata yang sangat ingin didengar oleh para mahasiswa. apalagi di saat ekonomi Indonesia yang kian memburuk menyusul naiknya berbagai kebutuhan pokok mulai dari minyak tanah, minyak goreng, beras dan sekarang kedelai yang menyebabkan berbagai inflasi hampir di tiap daerah. Biaya kuliah yang tinggi membuat sebagian orang memutuskan untuk langsung bekerja saja setelah menamatkan sekolah. Di jerman kita sekolah tanpa biaya dan cukup hanya duduk dan belajar di sana, tidak usah repot berapa besar biaya yang akan kamu keluarkan. akan tetapi, Sayangnya sistem intidak berlansung lama. Karena itu Jerman akhirnya memberlakukan penarikan uang kuliah. Peraturan ini sudah diberlakukan sejak tahun 2006. Yang penting untuk diketahui, besarnya uang kuliah berkisar 500 samapai 600 euro per semester. Kira-kira sebesar uang kuliah di universitas ternama di Indonesia untuk program master. Misalnya di fakultas teknik di Universitas Indonesia dan biaya itu masih jauh di bawah jumlah uang kuliah di Inggris, Amerika Serikat atau Australia.Hampir semua negara bagian di Jerman sudah mulai memberlakukan kebijakan uang kuliah. Seperti misalnya negara bagian Hamburg yang sudah memberlakukan uang kuliah sebesar 500 Euro per semester sejak tahun kuliah 2004 untuk mahasiswa yang tidak terdaftar tinggal di Hamburg alias tinggal di kota lain di luar Hamburg tapi kuliah di negara bagian yang berbentuk kota itu. Pada akhirnya, seluruh wilayah Jerman memberlakukan sistem pembayaran kuliah ini. Sebagian negara bagian memberlakukan uang kuliah minimal 500 Euro per semester pada semua mahasiswa mulai tahun ajaran 2006/2007 dan sebagian lagi pada tahun ajaran 2007/2008.

2. Jerman merupakan salah satu negara maju di bidang teknologi Negeri Jerman merupakan salah satu negara maju di Eropa apalagi di bidang teknologi dan design. Mobil-mobil baru yang terdapat di Jerman sekarang merupakan hasil olahan mobil-mobil yang lama yang di Jerman sendiri sebuah mobil memiliki masa hidup, setelah habis masa hidupnya mobil-mobil harus masuk ke tempat penghancuran mobil kemudian di olah untuk menjadi mobil baru kembali. Sangat hebat untuk sebuah negara untuk mendaur ulang yang telah ada. Beda halnya di Indonesia.

3. Ketika kita berada di jerman kita dapat berpetualang ke negara lain Karena Jerman merupakan salah satu negara anggota Uni Eropa, sehingga sangat menguntungkan bagi kita untuk berjaln-jalan ke luar negeri seperti ke Belanda, atau negeri yang terkenal dengan menara Eiffelnya yaitu Paris atau ke Swiss. Kita cukup ke negara-negara tersebut dengan menunjukkan visa Jerman kita.,menghemat biaya tentunya.

4. Adanya asuransi kesehatan Tentunya jika kita menuntut ilmu di negara orang lain kita dituntut agar untuk sehat jasmani sehingga tidak mengganggu aktivitas kuliah kita ataupun keseharian kita. Karena hal inilah kita membutuhkan asuransi kesehatan. Di Jerman juga terdapat asuransi kesehatan sehingga kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk membeli obat atau berobat. Kecuali Asuransi mengganti gigi.